SEJARAH COKELAT DUNIA (SEJARAH LENGKAP)
Asal-usul dari “cokelat” kata mungkin berasal
dari bahasa
Nahuatl klasik kata xocolātl (yang berarti “air
pahit”), dan memasuki bahasa Inggris dari bahasa Spanyol.
Bagaimana kata “cokelat” datang ke Spanyol
adalah tidak tertentu. Mungkin penjelasan yang paling dikutip adalah bahwa
“chocolate” berasal dari bahasa Nahuatl ,
bahasa dari suku Aztec ,
dari kata “cokolat”, yang banyak sumber berasal dari kata bahasa Nahuatl
“xocolatl” (diucapkan [ʃokola ː tɬ] )
yang terdiri dari kata-kata ” xococ “yang
berarti masam atau pahit ,
dan “ATL” berarti air atau minuman.
Namun, seperti William terang dicatat kata “cokolat” tidak terjadi di pusat sumber-sumber kolonial Meksiko membuat ini tidak mungkin derivasi. Santamaria memberikan derivasi dari arti kata Maya Yucatec “chokol” panas, dan Nahuati “ATL” berarti air. Baru-baru ini Dakin dan Wichman berasal dari bahasa Nahuatl istilah lain, “chicolatl” dari bahasa Nahuatl Timur berarti “dipukuli minum”. Mereka berasal dari kata istilah ini untuk tongkat buih, “chicoli”. Kata xocoatl berarti minuman jagung . Kata-kata “cacaua ATL” berarti minum kakao. Kata “xocolatl” tidak muncul dalam kamus Molina.
Cokelat
dibuat dari buah pohon kakao, yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan.Biji
kakao dikeringkan dan dipanggang untuk menghasilkan biji kakao kering siap
olah.
Dan
bagaimana sejarah dari buah Kakao…?
“Tidak
jelas kapan tepatnya kakao muncul atau siapa yang menciptakannya,”
Cokelat
dikonsumsi sejak 4000 tahun lalu. Antropolog menemukan wadah dari tanah dengan
sia-sia dari pengolahan minuman kakao pada peradaban Olmec, suku punah dari
pesisir teluk Meksiko,
Tahun 1900
SM sampai 300 SM.
(Menurut Hayes Lavis, kurator seni budaya untuk Smithsonian's National Museum of the American Indian), pot dan bejana Olmec kuno dari sekitar 1500 SM yang lalu ditemukan dengan jejak theobromine, senyawa stimulan yang ditemukan dalam cokelat dan teh. Diperkirakan suku Olmec menggunakan kakao untuk membuat minuman seremonial. Namun, karena mereka tidak menyimpan sejarah tertulis, pendapat berbeda tentang apakah mereka menggunakan biji kakao dalam ramuan mereka atau hanya ampas dari buah kakao Dokumentasi paling awal tentang cokelat ditemukan pada penggunaannya di sebuah situs pengolahan cokelat di Puerto Escondido, Honduras sekitar 1100 -1400 tahun SM. Residu yang diperoleh dari tangki-tangki pengolahan ini mengindikasikan bahwa awalnya penggunaan kakao tidak diperuntukkan untuk membuat minuman saja, tetapi selaput putih yang terdapat pada biji kokoa lebih condong digunakan sebagai sumber gula untuk minuman beralkohol.Suku Olmec tidak diragukan lagi meneruskan pengetahuan kakao mereka ke suku Maya
suku
Maya diperkirakan sebagai ahli cokelat pertama. Mereka mengambil pohon kakao
dari hutan dan menanamnya di pekarangan rumah, sejak mereka mengetahui kakao
dapat dipanen dan bijinya bisa dibuat minuman.Suku Maya juga percaya kakao
adalah jembatan antara bumi dan dunia dewa. Mereka mengukirnya di lukisan
dinding dan peninggalan lain yang menggambarkan dewa menikmati cokelat. Nama ilmiah pohon kakao
Theobroma Cocoa yang bermakna makanan dewa. Residu cokelat yang ditemukan pada
tembikar yang digunakan oleh suku Maya kuno di Río Azul, Guatemala Utara, menunjukkan bahwa Suku Maya meminum
cokelat di sekitar tahun 400 SM. Peradaban pertama yang mendiami daerah
Meso-Amerika itu mengenal pohon “kakawa” yang buahnya dikonsumsi sebagai
minuman xocolātl yang berarti minuman pahit. Menurut mereka, minuman
ini perlu dikonsumsi setiap hari, entah untuk alasan apa. Namun, tampaknya
cokelat juga menjadi simbol kemakmuran.
Cara
menyajikannya pun tak sembarangan. Dengan memegang wadah cairan ini setinggi
dada dan menuangkan ke wadah lain di tanah, penyaji yang ahli dapat membuat
busa tebal, bagian yang membuat minuman itu begitu bernilai. Busa ini
sebenarnya dihasilkan oleh lemak kokoa (cocoa butter) namun kadang-kadang
ditambahkan juga busa tambahan. Orang Meso-Amerika tampaknya memiliki kebiasaan
penting minum dan makan bubur yang mengandung cokelat.
Biji dari pohon kakao ini sendiri sangat pahit dan harus difermentasi agar rasanya dapat diperoleh. Setelah dipanggang dan dibubukkan hasilnya adalah cokelat atau kokoa. Diperkirakan kebiasaan minum cokelat suku Maya dimulai sekitar tahun 450 SM - 500 SM. Konon, konsumsi cokelat dianggap sebagai simbol status penting pada masa itu. Suku Maya mengonsumsi cokelat dalam bentuk cairan berbuih ditaburi lada merah, vanila, atau rempah-rempah lain. Minuman Xocoatl juga dipercaya sebagai pencegah lelah, sebuah kepercayaan yang mungkin disebabkan dari kandungan theobromin di dalamnya.
Tahun
600 M sampai 800 M
bangsa
Toltec,Penggunaan biji kakao semakin berkembang biji kokoa menjadi komoditas utama
Meso-Amerika
Tahun 1200 M sampai 1500 M
masa
Kerajaan Aztec berkuasa (sampai
sekitar tahun 1500 SM) daerah yang meliputi Kota Meksiko saat ini
dikenal sebagai daerah Meso-Amerika yang paling kaya akan biji kokoa. Bagi suku
Aztec biji kokoa merupakan “makanan para dewa” (theobroma, dari
bahasa Yunani). Biasanya biji kokoa digunakan dalam upacara-upacara keagamaan
dan sebagai hadiah.
Cokelat
juga menjadi barang mewah pada masa Kolombia-Meso Amerika, dalam kebudayaan
mereka yaitu suku Maya, Toltec, dan Aztec biji
kakao (cacao bean) sering digunakan sebagai mata uang. Sebagai contoh suku
Indian Aztec menggunakan
sistem perhitungan di mana satu ayam turki seharga seratus biji kokoa ,
Satu biji kakao dapat membeli satu buah tomat berukuran besar, tiga biji untuk
alpukat segar, dan 30 biji untuk seekor kelinci.suku Aztec mencapai masa
kejayaan dan mengungguli suku Maya. Aztec memerintahkan wilayah jajahannya
untuk membayar mereka dengan kakao sebagai upeti.Suku Aztec percaya bahwa
minum cokelat akan
menjamin sukses berhadapan dengan wanita. Raja Aztec Montezuma (1466-1520)
meminum tidak kurang dari 50 gelas kakao setiap hari ditambah satu gelas ekstra
jika dia menemui seorang wanita.
Tahun
1501-1504
Christopher
Columbus mulai berlayar meninggalkan Spanyol pada tahun 1492.Pelaut yang lahir
di Genoa, Italia Utara pada 1451 itu akhirnya berhasil menginjakan kaki di sebuah
benua yang sekarang dikenal sebagai Amerika. Columbus menemukan benua Amerika
tepatnya di Amerika bagian Selatan pada 14 Agustus 1498.
Tahun 1501 Merupakan ekspedisi yang terakhir, terbesar dan terencana secara matang. Ekspedisi ini lazim diberi nama Altoviaye (High Voyage). Dalam ekspedisi yang keempat ini, Columbus ditemani putranya Diego dan dua saudaranya, Fernando dan Bartholomew Columbus. Pada waktu ekspedisi keempat ini berangkat, Columbus sudah berusia 51 tahun. Persiapan yang matang dan peralatan yang sangat baik, ekspedisi ini mampu menyeberangi Samudera Atlantik selama 21 hari. Daerah-daerah yang dijelajahi dalam ekspedisi ini adalah Martinique, Santo Domingo, Hispanolia, Karibia, Jamaika, Pantai Honduras, Nikaragua, Kosta Rika dan Panama di ekspedisi ini lah Columbus menemukan tanaman kakao namun belum mengetahui nilai dari kakao tersebut
Pada tahun 1519
Seorang
tokoh asal Spanyol bernama Hernan Cortes yang merupakan penakluk wilayah
Meksiko juga pernah membawa biji cokelat ke Spanyol. Kala itu ia mengatakan
bahwa cokelat adalah 'minuman para dewa' yang sangat lezat.Ia juga
menggambarkan, secangkir cokelat dapat membuat seorang pria berjalan
seharian penuh tanpa makan.
Sampai
kemudian Spanyol yang dipipin Hernan Cortes pada tahun 1519 menyerbu tanah
Aztec,kini dikenal sebagai meksiko, menemukan komoditas kakao. Ketika
penjelajah Spanyol yang bekerja untuk Charles V tiba di Amerika, suku Aztec
mengira dia raja Dewa Quetzalcoatl. Quetzalcoatl yang dilambangkan dalam bentuk
ular berbulu adalah dewa tertinggi dari budaya Aztec. Dewa ini dianggap sebagi
sosok yang bertanggung jawab menempatkan pohon kakao di bumi dan bertugas
meyelamatkan rakyatnya Secara kebetulan Hernan Cortes dianggap sebagai sosok
penyelamat itu. Suku Aztec yang pada saat itu merupakan satu peradapan paling
maju di Amerika tengah berhasil merebut tanah rakyat Maya dan ekonomi mereka.
Karena perebutan ini, mereka juga menggunakan cara suku Maya untuk berdagang
yakni menggunakan biji kakao sebagai mata uang
Uang
komoditas ini menjadi alat pembayaran paling umum diantara para penduduk suku
disana untuk tansaksi sehari-hari, seperti barang-barang bernilai rendah.
Berbicara tentang kakao dalam surat yang ditulis Cortes kepada Charles V, dia
mengatakan, "Benih ini digunakan sebagai mata uang untuk pertukaran
harian."Cortez terkejut mengetahui bahwa suku Aztec menggunakan biji kakao
sebagai alat pembayaran. Hernando membuka perkebunan untuk menumbuhkan 'uang'
yang ditukar dengan emas dari suku Aztec. Kemudian Spanyol memiliki monopoli
utama dalam perdagangan coklat selama hampir satu abad.
Pada
tahun 1528, penjelajahan Hernán Cortés pulang ke tanah airnya. Legenda
mengatakan bahwa Cortés menemukan cokelat di Amerika
saat mencari emas. Penjelajah itu diberikan secangkir coklat kepadanya oleh
kaisar Aztec, bukan emas.Melalui Cortes, cokelat mencapai Spanyol dan di sini cokelat pahit diperkenalkan dengan rasa manisnya saat
dicampur dengan madu dan gula. Dalam waktu singkat cokelat menjadi minuman mewah orang kaya. Sangat disukai
sehingga para biarawan Katolik juga meminumnya untuk membantu praktik
keagamaan.
Orang
Spanyol merahasiakan cokelat dari dunia.
Kata itu tersiar ketika pada tahun 1615, Raja Prancis Louis ke-13 menikahi Anne
dari Austria, putri Raja Spanyol Phillip ke-3. Sang ratu membawa cokelat ke istana kerajaan Prancis.
Setelah
itu seluruh Eropa mulai mendirikan perkebunan kakao mereka sendiri di sepanjang garis khatulistiwa.
Para bangsawan di seluruh Eropa mengonsumsi cokelat untuk manfaat kesehatan dan juga
Pada tahun 1671
Pralines
ditemukan secara tidak sengaja ketika cokelat tercampur dengan kacang Pecan
& gula yang gosong Sejarah cokelat praline bermula dari seorang Duke
Plessis Praslin, seorang duta besar yang mengabdi pada Raja Luis XIII. Dimana
menjadi orang yang pertama kali mengenalkan istilah praline. Praline paste yang
disebut juga praliné berarti pasta kacang bisa dari hazelnut, atau almond
dengan gula. Praline paste sudah biasa digunakan di Perancis sejak abad ke-16
untuk aplikasi dalam cake maupun memberi rasa pada mousse, buttercream maupun
es krim.
Beliau
memiliki ide untuk menciptakan adonan yang berbeda dari yang sudah ada. Saat
itu muncullah ide untuk melapisi kacang almond dengan gula. Sejarah cokelat
praline berawal dari adalah adanya istilah untuk menyebut adonan kacang yang
diisikan pada cokelat, yang kemudian cokelat ini menjadi ciri khas Belgia.
Pada
tahun 1732
Mesin
penggiling cokelat ditemukan oleh Dubuisson yang membuat cokelat makin
terjangkau harganya dan makin mudah dibuat, Monsieur Dubuisson, seorang penemu
Prancis, menciptakan meja untuk menggiling cokelat. Ini memungkinkan para
pekerja berdiri sambil menggiling biji kakao. Meja dipanaskan dari bawah dengan
arang. Ini membuat produksi lebih mudah
Proses
pembuatan cokelat ini sangat dihormati sehingga pada dasarnya tidak berubah
sampai Zaman Industri dengan penemuan terobosan untuk penggilingan yang menggunakan
inovasi baru proses uap dan hidrolik; pada tahun 1778, Doret, seorang Prancis,
menemukan mesin hidrolik yang menggiling biji kakao menjadi pasta (Beckett,
Horn). Sebelum itu, proses penggilingan panjang dan melelahkan dan mesin ini
memungkinkan proses menjadi lebih mudah dibuat untuk massa. Segera setelah itu,
lebih banyak penemuan datang untuk penggilingan yang semakin membuat konsumsi
lebih populer. Misalnya, Dubuisson menemukan penggiling cokelat uap di Prancis
karena lebih murah untuk direplikasi daripada produk Doret, yang memungkinkan
tingkat konsumsi cokelat yang lebih tinggi. Era Industri menciptakan lingkungan
untuk memungkinkan perubahan ini – tanpa uap dan hidraulik, dan suasana bisnis
yang bersahabat dan berkembang pesat untuk mendukung, Doret dan Dubuisson pasti
tidak akan mampu menciptakan penemuan ini. Di mana akan ada cokelat hari ini?
Seseorang dapat dengan masuk akal memprediksi bahwa pada akhirnya kita dapat
memiliki teknologi ini, tetapi dapat diasumsikan bahwa industri cokelat membutuhkan
waktu lebih lama untuk mencapai kejayaannya.Mesin uap dan sistem hidraulik
dianggap sebagai bahan pokok di Era Industri ini dengan teknologi baru di semua
bidang untuk kereta api, pabrik, dan gedung, tetapi kita juga dapat menghargai
bagaimana teknologi ini memungkinkan kemajuan teknologi cokelat. Nilai cokelat
menurun secara signifikan karena dapat diakses oleh semua orang; dari sini, itu
bukan lagi produk "elit" atau hanya "makanan para dewa",
tetapi, makanan untuk semua orang. Dengan demikian, Era Industri yang mengubah
dunia dalam banyak bidang dengan cepat berubah menjadi “Zaman Cokelat” juga.
Pada
Tahun 1753
Pemberian
nama latin untuk tanaman Kakao yaitu “Theobroma Cacao” oleh botanis Swedia
bernama Carl Von Linne, Carolus Linnaeus atau Carl von Linné[1] (23 Mei
1707 – 10 Januari 1778) adalah seorang ilmuwan Swedia yang meletakkan
dasar tatanama
biologi. Ia dikenal sebagai "bapak taksonomi modern"
dan juga merupakan salah satu bapak ekologi modern.
Linnaeus ialah ahli botani yang paling dihormati pada masanya, dan ia juga terkenal dengan kemampuan bahasanya. Selain menjadi ahli botani, Linnaeus juga ahli dalam zoologi dan adalah seorang dokter.
Pada
Tahun 1828
Coenradd
van Houten dari Belanda menemukan cara untuk memisahkan lemak Kakao dengan
bubuk Kakao. Beliau juga membuat bubuk cokelat yang lebih mudah diseduh dengan
proses yang disebut “Dutched”
Coenraad
Johannes van Houten adalah seorang pembuat cokelat asal Belanda. Pada
tahun 1828 ia mematenkan metode murah menekan lemak dari biji kakao.
Dia terkenal dengan nama produk Van Houten. Ia sering dikreditkan dengan
penemuan Lemak Kakao, Susu Cokelat, dan Cokelat Padat. Coenraad Johannes van
Houten lahir di Belanda pada tahun 1801. Houten adalah anak dari pasangan
Casparus van Houten dan Arnoldina Koster. Ayahnya membuka pabrik cokelat di
Amsterdam pada tahun 1815.
Pada waktu
itu, biji kakao yang digiling menjadi massa halus, yang kemudian dicampur
dengan susu untuk membuat minuman cokelat atau, dengan penambahan gula, kayu
manis , dan vanilla untuk dibuat menjadi kue.
Casparus
van Houten Sr. (dan bukan anaknya, yang biasanya dikreditkan) mematenkan metode
murah untuk menekan lemak dari biji kakao panggang. Pusat kacang, yang dikenal
sebagai “pena,” rata-rata mengandung 54 persen cocoa butter, yang merupakan
lemak alami.Mesin van Houten sebuah hydraulic press mengurangi konten
cocoa butter oleh hampir setengah. Ini menciptakan sebuah “kue” yang bisa
ditumbuk menjadi bubuk kakao, yang menjadi dasar dari semua produk coklat.
Pengenalan
coklat bubuk tidak hanya mempermudah pembuatan minuman cokelat, tetapi juga
memungkinkan untuk menggabungkan cokelat dengan gula dan kemudian remix dengan
cocoa butter untuk membuat padat, yang sangat mirip chocolate yang biasa
dimakan pada saat kini.Lalu berkembang di Swiss, di mana Daniel Peter
memperkenalkan susu cokelat pada tahun 1875 dan Rodolphe Lindt membuat cokelat
lebih blendable oleh proses conching pada tahun 1879.
Coenraad Van Houten memperkenalkan perubahan lebih lanjut dengan memperlakukan bubuk dengan garam alkali (kalium atau natrium karbonat) sehingga bubuk dapat lebih mudah bercampur dengan air. Sekarang ini, proses ini dikenal sebagai “Dutching”. Produk akhir cokelat Belanda mempunyai warna gelap dan rasa ringan.
Pada
tahun 1835 Coenraad van Houten menikah dengan Hermina van Houten dari
Groningen. Pada tahun 1850 Coenraad pindah produksinya dari kincir angin di
Leiden untuk pabrik uap di Weesp. Pada saat itu Coenraad mengekspor coklat ke
Inggris, Prancis, dan Jerman.
Iklan
untuk Van Houten dapat ditemukan pada trem di seluruh Eropa dan Amerika
Serikat. Pada awal tahun 1899 Van Houten memproduksi sebuah film komersial yang
menggambarkan seorang pegawai mengantuk yang pulih secara ajaib setelah makan
cokelat.
Nama
merek Van Houten, masih digunakan, telah ditransfer beberapa kali sejak, tahun
1990 dari produsen cokelat Jerman Jacobs Suchard ke Philip Morris. Merek saat
ini bagian dari Stollwerck perusahaan manufaktur cokelat, yang dimiliki oleh
Baronie Group, sebuah perusahaan Belgia.
1830
Cokelat bar pertama diproduksi oleh J.S. Fry & Sons dari Inggris dengan
brand “Eating Chocolate”
Pada tahun
1838 paten berakhir, memungkinkan orang lain untuk menghasilkan bubuk kakao dan
membangun kesuksesan Van Houten ini, bereksperimen untuk membuat produk cokelat
baru. Pada tahun 1847 seorang pembuat cokelat Inggris, JS Fry & Sons bisa
dibilang sebagai pembuat cokelat pertama.
1849
Cadbury membuat eksebisi cokelat pertama di Inggris
Pada tahun
1824, John
Cadbury mulai menjual teh, kopi, dan minuman coklat di Bull Street
di Birmingham, Inggris. Pada tahun
1831, ia memindah lokasi produksinya ke sebuah pabrik di Bridge Street dan
mulai menyasar ke konsumen kelas atas, karena tingginya biaya produksi. Pada
tahun 1847, John Cadbury bermitra dengan saudaranya, Benjamin Cadbury, dan
perusahaan mereka diberi nama "Cadbury Brothers".
Dua
bersaudara itu lalu membuka sebuah kantor di London, dan pada tahun
1854, meeka menerima Royal Warrant sebagai pengolah coklat dan
kakao resmi untuk Ratu
Victoria. Perusahaan ini sempat mengalami penurunan pada akhir
dekade 1850-an.
Anak John
Cadbury, Richard Cadbury dan George Cadbury mengambil
alih perusahaan ini pada tahun 1861. Di saat dua bersaudara ini mengambil
alih, perusahaan ini sedang dalam kemunduran yang serius, jumlah pegawainya
juga terus berkurang, dan perusahaan juga terus merugi. Berkat kecakapan dua
bersaudara ini, pada tahun 1864, Cadbury kembali meraup keuntungan. Dua
bersaudara ini memutuskan untuk berfokus untuk mengolah coklat, dan tidak lagi
mengolah teh dan kopi, dan juga diikuti dengan meningkatkan kualitas hasil
produksi coklat mereka.
Pada tahun
1905, Cadbury meluncurkan varian Cadbury
Dairy Milk, sebuah varian coklat yang memiliki proporsi susu lebih
banyak, jika dibandingkan dengan varian sebelumnya. Dairy Milk
dikembangkan oleh George Cadbury, Jr. Ini juga pertama kalinya, perusahaan asal
Inggris mampu memproduksi coklat susu dalam jumlah banyak. Dari awal
peluncurannya, Dairy Milk telah dibungkus dengan bungkus warna ungu yang khas. Dairy
Milk akhirnya menjadi produk paling laris dari Cadbury pada tahun 1914. Pada
tahun 1906, varian Bournville Cocoa juga diperkenalkan. Cadbury Dairy Milk
dan Bournville Cocoa ini disiapkan untuk ekspansi cepat Cadbury pada masa
setelah perang. Pada tahun 1910, hasil penjualan coklat Cadbury menyalip hasil
penjualan dari J.S. Fry & Sons untuk pertama
kalinya.
1868
Etienne Guittard dari Perancis membuka toko cokelat pertama di San Francisco
The
Guittard Chocolate Company adalah pembuat cokelat berbasis di Amerika yang
memproduksi cokelat couverture, menggunakan formula asli dan metode tradisional
Prancis. Perusahaan ini berkantor pusat di Burlingame, California. Ini adalah
perusahaan cokelat tertua yang dimiliki keluarga secara berkelanjutan di
Amerika Serikat,[3] telah dimiliki oleh keluarga selama lebih dari empat
generasi.
Guittard
Chocolate didirikan oleh Etienne "Eddy" Guittard (1838–1899), yang
berimigrasi ke Amerika Serikat dari Tournus, Prancis, pada tahun 1850-an selama
California Gold Rush. Dia membawa cokelat Prancis, yang dia tukarkan dengan
persediaan.Setelah mencoba tanpa hasil selama tiga tahun untuk mendapatkan emas
di Sierra, ia kembali ke San Francisco, di mana penjaga toko yang sebelumnya
telah memperdagangkan cokelatnya meyakinkannya untuk menjadi pembuat cokelat. Dia
kemudian kembali ke Paris, menabung untuk membeli peralatan yang dia butuhkan,
sebelum kembali ke San Francisco dan membuka bisnisnya di 405 Sansome Street di
tepi pantai San Francisco. Awalnya, ia juga menjual barang-barang seperti teh,
kopi, dan rempah-rempah di samping cokelatnya.
Horace C.
Guittard, putra tienne, bertanggung jawab ketika gempa bumi San Francisco tahun
1906 menghancurkan kota. Setelah gempa, pabrik baru dibangun di Jalan
Komersial. Perusahaan diperluas pada tahun 1921 dan 1936 ke properti di Main
Street selatan Market.Pada tahun 1954, Guittard menjual propertinya ke kota
sehingga Embarcadero Freeway dapat dibangun. Perusahaan pindah ke fasilitas
seluas 75.000 kaki persegi (7.000 m2) di sudut jalan Guittard dan Rollins di
Burlingame, California, di mana ia masih berada sampai sekarang.
Gary
Guittard mulai bekerja penuh waktu di perusahaan tersebut pada tahun 1975. Dia
menggantikan Horace A. Guittard (ayahnya) pada tahun 1989, menjadi presiden dan
CEO.
1875
Daniel Peter & Henry Nestle dari Swedia menjual Milk Chocolate yang
diproduksi masal setelah bereksperimen selama 8 tahun
Daniel
Peter (9 Maret 1836 – 4 November 1919) adalah seorang pembuat cokelat dan
pengusaha Swiss yang mendirikan Peter's Chocolate. Tetangga Henri Nestlé di
Vevey, ia adalah salah satu pembuat cokelat pertama yang membuat cokelat susu
dan dianggap sebagai penemunya, pada tahun 1875 atau 1876, dengan menambahkan
susu bubuk ke dalam cokelat Daniel Peter (1836-1919) adalah seorang pengusaha cokelat Swiss terkenal. Ia memulai kariernya
sebagai seorang pembuat lilin, tetapi usahanya tak berlangsung lama ketika
lampu minyak menggantikannya.
Peter
kemudian menciptakan proses membuat susu cokelat. Ia mengalami
kesulitan dalam menyingkirkan air dari
susu, sehingga akibatnya susu berjamur. Bersama Henri Nestlé, seorang
pengusaha makanan bayi, ia akhirnya berhasil memasukkannya ke pasar pada 1875, setelah tujuh tahun bekerja keras.
Belakangan, pada 1879, keduanya
membentuk Nestlé Company.
1879
Rudolf Lindt menemukan mesin conching yang membuat cokelat makin halus
Conching adalah
proses yang digunakan dalam pembuatan cokelat di mana pengaduk dan pengaduk
pengikis permukaan, yang dikenal sebagai conche ,
mendistribusikan mentega
kakao secara merata di dalam cokelat dan dapat bertindak sebagai
"pemoles" partikel . Ini juga mendorong
pengembangan rasa melalui gesekan panas, pelepasan volatil dan asam, dan
oksidasi. Nama itu muncul dari bentuk kapal yang awalnya digunakan yang
menyerupai cangkang keong .
Saat bahan dicampur dengan cara ini, terkadang
hingga 78 jam, cokelat dapat diproduksi dengan rasa yang lembut dan
kaya. Cokelat berkualitas lebih rendah dikukus hanya selama 6
jam. Karena prosesnya sangat penting untuk tekstur akhir dan rasa cokelat,
pabrikan menyimpan detail proses conching mereka sebagai hak milik.
Ada banyak
desain keong. Ilmuwan
makanan masih mempelajari dengan tepat apa yang terjadi selama
conching dan mengapa.
Rodolphe Lindt menemukan
"conche" di Berne, Swiss ,
pada tahun 1879. Ini menghasilkan cokelat dengan aroma dan karakteristik leleh yang unggul
dibandingkan dengan proses lain yang digunakan pada saat itu. Perusahaan
cokelat Lindt menyatakan bahwa Lindt (mungkin secara keliru) mengizinkan mixer yang berisi
cokelat bekerja selama akhir pekan (atau mungkin semalaman, menurut varian lain
dari cerita yang mungkin apokrif ).
Setelah kembali ke perangkat, Lindt mengenali produk akhir memiliki sifat yang
berbeda dengan cokelat yang diproduksi secara konvensional pada saat itu,
dengan tekstur yang kurang granular dan kilau yang lebih besar daripada cokelat
konvensional pada saat itu, yang umumnya "berpasir" saat dipadatkan
karena kehadiran kristal mentega
kakao yang tidak ideal . Penemuan Lindt membuat produksi
massal cokelat batangan menjadi
lebih praktis, yang pada akhirnya menggantikan minuman cokelat sebagai sarana
utama konsumsi cokelat massal.
Conche
asli Lindt terdiri dari roller granit dan palung granit; konfigurasi
seperti itu sekarang disebut "conche panjang" dan dapat memakan waktu
lebih dari satu hari untuk memproses satu ton cokelat. Ujung palung
dibentuk untuk memungkinkan cokelat dilemparkan kembali ke atas roller pada
akhir setiap pukulan, meningkatkan luas permukaan yang terpapar
udara. Keong putar modern dapat memproses 3 hingga 10 ton cokelat dalam
waktu kurang dari 12 jam. Keong modern telah mendinginkan wadah berjaket
yang berisi poros pengaduk panjang dengan lengan radial yang menekan cokelat ke
sisi wadah. Sebuah mesin tunggal dapat melakukan semua langkah
penggilingan, pencampuran, dan conching yang diperlukan untuk sejumlah kecil
cokelat.
Conching
mendistribusikan kembali zat-zat dari kakao kering yang
menciptakan rasa ke dalam fase lemak . Udara yang mengalir melalui conche
menghilangkan beberapa asam asetat , propionat , dan butirat yang tidak
diinginkan dari cokelat dan mengurangi kelembapan. Sedikit kelembapan akan
sangat meningkatkan kekentalan cokelat
jadi, sehingga mesin dibersihkan dengan mentega kakao, bukan air. Beberapa
zat yang dihasilkan dalam pemanggangan biji kakao dioksidasi dalam conche, melunakkan rasa
produk.
1913
Jules Sechaud dari Swedia membuat cokelat dengan filling pertama di dunia
1938
Perang Dunia II dan Amerika mulai menggunakan cokelat sebagai menu ransum wajib
tentaranya, Perang
Dunia II : Para pemerintah
AS mengakui peran cokelat dalam Angkatan Bersenjata
Sekutu. Ini dialokasikan ruang pengiriman berharga bagi impor biji kakao
yang akan memberikan banyak letih tentara kekuatan
untuk dibawa. Saat ini, US Army D-jatah
mencakup tiga 4-ons batang cokelat. Cokelat bahkan telah diambil ke ruang
angkasa sebagai bagian dari diet US astronot .
DAFTAR PUSTAKA:
·
Sejarah Cokelat: Untung Kita Lahir
Sesudah Tahun 1900-an (zenius.net)
·
Sejarah Cokelat Dunia – Direktorat
Pengembangan Usaha dan Inkubasi (ugm.ac.id)
·
Cokelat - Wikipedia bahasa
Indonesia, ensiklopedia bebas
·
Aztek - Wikipedia bahasa Indonesia,
ensiklopedia bebas
·
Sekilas tentang
Ekspedisi Columbus 1492-1502 – historia magistra (wordpress.com)
·
https://www.yukmakan.com/post/asal-usul-cokelat-praline
·
https://www.istockphoto.com/id/vektor/ukiran-pria-manufaktur-cokelat-batangan
·
The History of
Chocolate (bookunitsteacher.com)
·
https://id.wikipedia.org/wiki/Cadbury
·
Guittard
Chocolate Company - Wikipedia
·
Daniel Peter - Wikipedia bahasa
Indonesia, ensiklopedia bebas
Komentar
Posting Komentar